RESENSI BUKU METODE PENELITIAN SASTRA KARYA SISWANTORO DENGAN PENERBIT PUSTAKA PELAJAR
RESENSI BUKU METODE PENELITIAN SASTRA KARYA SISWANTORO DENGAN PENERBIT PUSTAKA PELAJAR
Metode penelitian
sastra sesungguhnya bagian tak terpisahkan dari kritik sastra, sebab untuk
melakukan kritik (kajian atau telaah) secara prosedural dengan hasil kritik
yang objektif, transparan, dan tidak membis (unbiased) dibutuhkan metode yang
ketat (rigorous). Tiadanya metode yang sistematis berimbas pula kepada
penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa pada waktu menulis skripsi.
Buku ini ditulis oleh
siswantoro , yang lahir di Pemalang, Jawa tengah. Beliau lahir pada tanggal 9
Oktober 1954. Apabila melihat judul yang tertera pada buku karangannya, maka
akan timbul pernyataan bahwa wajar beliau mampu menulis buku tersebut. Buku
tersebut sesuai dengan bidangnya. Lulus di perguruan tinggi IKIP Semarang
jurusan pendidikan Sastra Inggris. Gelar BA diperoleh tahun 1979 dan gelar Drs.
Diperoleh pada tahun 1982. Pada tahun 1985 beliau diterima di UNS Surakarta
sebagai tenaga pengajar bahasa inggris di lingkungan PBS-IKIP. Tahun 1990
beliau melanjutkan kuliah S2 di UGM Yogyakarta dengan mengambil jurusan
pengkajian Amerika, bidang study sastra amerika. Kemudian beliau diwisuda pada
tahun 1995. Sekarang ini, beliau sedang menyelesaikan disertasinya yang
berjudul kajian linguistic antropologis : Aspek-aspek linguistis pengungkap
pandangan masyarakat jawa terhadap kesaktian (Study kasus di daerah surakata
dan sekitarnya)
Buku yang berjudul
metode penelitian sastra Untuk memenuhi tuntutan kaidah metode yang sistematis,
penulis buku ini berusaha menyajikan sebuah model penelitian fenomena struktur
sonata. Adapun sistematika penulisan buku ini adalah sebagai berikut.
Buku ini terdiri atas
Sembilan bab antara lain,
Bab I berisi alasan
atau dasar pemikiran yang meliputi : format penelitian yang belu standar,
analisis interpretative yang masih impresif, dan phenomena yang tidak jelas. Bab
ini juga mengupas tujuan penulisan, yaitu mempertemukan kritik sastra
fenomenologis dengan metode penelitian. Selain itu bab I juga membahas tentang
ruang lingkup bahasan yang meliputi : analisis, struktur, dan structuralisme
ditambah dengan bahasan tentang pengertian puisi dan sonata, puisi sebagai
system tanda lapis pertama dan kedua, serta tipe puisi.
Bab II mengupas objek
penelitian sastra, yaitu fenomena beserta ragam fenomena.
Bab III membahas
pengertian pendekatan (perspektif) serta peran pendekatan yang meliputi :
pendekatan sebagai pemandu, sebagai pembatas, dan sebagai penjelas realita atau
fenomena.
Bab IV mengupas
pengertian metode, cirri-ciri metode penelitian structural seperti : cara
berfikir deduktif, evaluative, intrinsic, kasuistik dan sinkronis.
Bab V mengetengahkan
aspek-aspek penelitian yang meliputi : Variabel, data, jenis data, sumber data
(ssampel), sampling, instrument penelitian, pengumpulan data dan analisis data.
Bab VI membahas
pengertian prosedur penelitian yang mencakup : tahap persiapan, tahap pekerjaan
lapangan, tahap analisis dan member penilaian serta tahap penulisan laporan.
Bab VII berisi contoh
analisis structur sonata sastra Indonesia yang berjudul “Menyesal” karya Ali
Hasymi dengan menggunakan parameter yang sama dengan parameter yang digunakan
untuk membedah karya Shakespeare.
Bab VIII menyajikan
beberapa buah sonata untuk analisis. Di dalam bab ini disuguhkan beberapa buah
sonata sastra inggris yang meliputi karya Shakespeare, Edmund Spenser, dan
Robert Frost. Selain itu, disajikan pula beberapa sonata sastra Indonesia karya
sanusi pane, Mohammad Yamin, Takdir Alisyahbana dan S.M. Ashar.
Pada Bab IX berisi
penutup yang merangkum ide-ide pokok materi bahasan seputar metode penelitian
sastra dengan focus kepada analisis struktur puisi.
Dilihat dari konsep buku ini, buku ini menyajikan beberapa metode
teknik, serta kiat-kiat untuk meneliti sastra secara benar. Dikemas secara
ilmiah sehingga membuat pembaca percaya akan segala sajian cara mengkaji
sastra. Namun dipandang secara keseluruhan, persoalan yang ada pada buku ini disajikan secara
berimbang sesuai dengan kedalaman materi setiap bab. Keilmiahan buku ini dapat
meyakinkan setiap pembaca, wajar saja pengarang memiliki riwayat pendidikan
yang tinggi. Sehingga gaya bahasa dalam mengungkapkan suatu metode menggunakan
istilah-istilah. Namun yang perlu di
apresiasi penulis
buku ini tidak hanya memaparkan problematika-problematika dalam pengkajian
sastra, beliau juga menawarkan banyak metode, tekhnik yang dapat dipilih sesuai
ihwal tertentu.
Segala sesuatu pastilah
memiliki kelemahan dibalik kelebihan, begitupun buku ini. Kelebihan pada buku ini yaitu mampu
menawarkan banya model, tekhnik segala hal yang menyakut tentang pengkajian
sastra secara lebih kompeten, namun dibalik itu semua seperti yang sudah
dijelaskan bahwa dibalik kelebihan tentu saja ada kelemahan. Kelemahan pada
buku ini yaitu sensasi yang dirasakan saat membaca dianjurkan untuk terus
mengaitkan bab sebulumnya pada saat membaca bab berikutnya, buku ini memanglah
dikemas secara ilmiah sehingga buku ini bukunlah diperuntukan untuk semua
kalangan
Buku ini diniati guna
kalangan mahasiswa pecinta sastra. lebih sejurus lagi buku ini dapat digunakan
untuk mahasiswa yang dibingungkan oleh tugas akhir pembuatan skripsi yang
bertemakan sastra.
Dapat
disimpulkan bahwa buku ini memang diperuntukan bagi setiap orang yang akan
meneliti sastra. segala metode, model maupun langkah telah dijabarkan dan
diterangkan secara gamblang oleh buku ini. Sangat disayangkan jika tidak membaca buku ini sebab, meskipun buku tentang sastra telah banyak ditawarkan, namun buku ini menjadi salah satu alternatif, bagi mahasiswa
maupun peneliti sastra yang masih bingung akan pengkajian sastra secara ilmiah.
Komentar
Posting Komentar