KAITAN DAN LINGKUP SINTAKSIS
Kaitan Sintaksis dengan Ilmu lain
Sintaksis berkaitan dengan morfologi. Kedua-duanya merupakan cabang gramatikal (O`Grady & Dobrovolsky, 1989:90,126). Sintaksis mengkaji struktur kalimat (adegan kalimah), yakni mempelajari hubungan antara kata/frasa/klausa dengan kata/frasa/klausa dalam konstruksi kalimat. Satuan terkecil dalam sintaksis adalah kata, sedangkan satuan terbesar adalah kalimat. Morfologi mengkaji struktur kata (adegan
kecap), yakni hubungan morfem-morfem dalam kata. Satuan yang paling kecil dalam morfologi adalah morfem, sedangkan satuan terbesar adalah kata.
Lingkup Sintaksis
Sebagaimana telah dikemukakan bahwa sintaksis mengkaji dan memaparkan konstruksi kalimat, bagian-bagiannya seperti klausa dan frasa. Pada dasarnya kalimat, klausa, dan frasa merupakan untaian kata-kata. Di dalam sintaksis dibahas berbagai konstruksi dan struktur kalimat, klausa, dan frasa. Sebagai contoh dapat diperhatikan kalimat bahasa Sunda berikut ini.
- Anggara keur ngala jambu di buruan.
Kalimat tersebut dibentuk dari klausa “Anggara keur ngala jambu di buruan”. Klausa tersebut dibentuk dari kata Anggara, kata jambu, frasa keur ngala, dan frasa di buruan. Frasa keur ngala dibentuk dari kata keur dan kata ngala, sedangkan frasa di buruan dibentuk dari kata di dan kata buruan. Dengan kata lain, sebuah kalimat tersusun dari unsur klausa, klausa tersusun dari unsur frasa, dan frasa tersusun dari kata-kata.
Di dalam sintaktis diterangkan pola-pola yang mendasari satuan-satuan sintaktis serta bagian-bagian yang yang membentuk satuan-satuan tersebut, termasuk alat-alat sintaktis yang menjadi penghubungnya. Satuan sintaktis bukanlah deretan kata yang dirangkaikan sesuka hati pemakainya, melainkan merupakan rangkaian yang berstruktur.
Hal ini berarti bahwa untuk memahami suatu ujaran atau menghasilkan suatu ujaran yang dapat dipahami oleh kawan bicara tidak saja hanya memperhatikan kata-kata berserta maknanya, tetapi juga isyarat-isyarat struktural yang mementukan makna gramatikal rangkaian atau ujaran itu (Kentjono, 1982:53). Oleh karena itu, dalam uraian kaidah sintaktis perlu dibahas ihwal satuan sintaktis, konstruksi sintaktis, dan alat sintaktis.
Komentar
Posting Komentar