KELOGISAN BERBISNIS
Bisnis itu, tidak pernah diukur dari kapasitas SDM, misalnya terdidik atau tidak terdidiknya pekerja, strategis dan tidak strategisnya tempat, bahkan besar kecilnya modal. Bisnis itu menghitung putaran yang dalam teori modern sering disebut dengan cashflow. Jadi umpama tadi butuh modal 10 milyard, seberapa banyak sich modal real yang dibutuhkan dalam kepentingan cashflow tadi. Jumlahnya pasti lebih sedikit dari 10 milyard tadi. Anggap saja memang butuh 10 milyard, tetapi, jika modal sudah terkumpul 10 milyard, mengapa terus-terusan mengumpulkan modal dibandingkan dengan melakukan ekspansi usahanya. Ini yang tidak logis mengapa saya misalnya tidak mau bergabung. Saya umpamakan sederhananya begini. Kalau ada pertanyaan, berapa sich keuntungan jualan sorabi. Saya katakana, keuntungan pembuatan dan penjualan sorabi bisa mencapai 500 persen. Jadi jika ada seseorang yang berani memberi keuntungan 20 persen dari total modal serabi, logis tidak? Jawabannya pasti logis. Tetapi, ji...