KELOGISAN BERBISNIS
Bisnis itu, tidak pernah diukur dari kapasitas SDM, misalnya terdidik atau tidak terdidiknya pekerja, strategis dan tidak strategisnya tempat, bahkan besar kecilnya modal. Bisnis itu menghitung putaran yang dalam teori modern sering disebut dengan cashflow. Jadi umpama tadi butuh modal 10 milyard, seberapa banyak sich modal real yang dibutuhkan dalam kepentingan cashflow tadi. Jumlahnya pasti lebih sedikit dari 10 milyard tadi. Anggap saja memang butuh 10 milyard, tetapi, jika modal sudah terkumpul 10 milyard, mengapa terus-terusan mengumpulkan modal dibandingkan dengan melakukan ekspansi usahanya. Ini yang tidak logis mengapa saya misalnya tidak mau bergabung.
Saya umpamakan sederhananya begini. Kalau ada pertanyaan, berapa sich keuntungan jualan sorabi. Saya katakana, keuntungan pembuatan dan penjualan sorabi bisa mencapai 500 persen. Jadi jika ada seseorang yang berani memberi keuntungan 20 persen dari total modal serabi, logis tidak? Jawabannya pasti logis. Tetapi, jika pertanyaannya, logis tidak bisnis serabi itu diberi bantuan modal misalnya 100 juta dengan berbagi keuntungan sebesar 5 persen. Jawabannya tentu tidak logis. Yang tidak logis itu bukan lima persennya, tetapi, jumlah modal yang dibutuhkannya.
Inilah yang disebut dengan hubble modal. Akibatnya, keuntungan yang 500 persen dari produksi dan penjualan serabi itu, malah menjadi minus dengan hanya diambil 5 persen dari berbagi keuntungan usaha serabi gara-gara diberi modal sebesar 100 juta tadi. Ko bisa? Kenapa tidak ekspansi serabinya? Ya kita bisa mengukur berapa banyak sich suatu daerah membutuhkan serabi. Dengan modal sebanyak itu, itu berarti berlebihan. Mengapa, karena ia harus mengeluarkan uang sebesar 5 juta dari setiap penjualan yang dia lakukan. Jadi kalau untuk bisnis sorabi, dikasih modal 250 ribu saja sudah cukup. Nggak perlu besar-besar.
Nah berbagai investasi yang disebutkan tadi, menurut saya tidak logisnya dari sisi itu, ditambah ada ketidakjelasan dari usaha apa yang dilakukan dan betulkah usaha dimaksud, membutuhkan modal sebesar itu.
Komentar
Posting Komentar