Postingan

KEDUDUKAN SINTAKSIS DALAM ILMU BAHASA

Kedudukan Sintaksis dalam Ilmu Bahas a Ilmu bahasa atau linguistik ( elmuning basa ) terdiri atas beberapa subsistem, yakni subsistem gramatikal, subsistem leksikal, dan subsistem fonologis. Subsistem gramatikal ( katatabasaan ) terdiri atas dua bidang, yakni sintaksis ( tata kalimah ) yang membicarakan struktur kalimat ( adegan kalimah ) beserta bagian-bagiannya seperti klausa dan frasa serta  morfologi ( tata kecap ) yang membicarakan struktur kata ( adegan kecap ) beserta  pembentuknya morfem. Sintaksis menyangkut fungsi, kategori, dan peran.  Subsistem leksikal ( leksikon ) membicarakan kosa kata ( kandaga kecap, kabeungharan kecap ), yakni sejumlah kata yang berada pada suatu bahasa. Subsistem fonologis ( tata sora ) membicarakan bunyi bahasa ( sora basa ). Struktur bahasa ( language structure ) dihubungkan dengan pemakaian bahasa ( language usage ) dengan ilmu yang disebut pragmatik.

BATASAN SINTAKSIS

Batasan Sintaksis  Salah satu ciri bahasa keilmuan adalah dimanfaatkannya istilah teknis untuk disiplin ilmu tersebut Istilah-istilah teknis tersebut lazimnya memiliki pengertian tersendiri yang berbeda dengan pengertian istilah teknis lainnya. Sintaksis termasuk salah satu bidang disiplin ilmu bahasa (linguistik). Istilah “sintaksis” diadaptasi secara langsung dari bahasa Belanda syntaxis. Di dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah syntax. Bentuk adjektivanya adalah sintaktis (syntactic), yakni hal yang berkaitan dengan sintaksis. Baik dalam bahasa Belanda maupun dalam bahasa Inggris, istilah sintaksis itu diturukan dari bahasa Yunani sun = „mengantur‟ + tattein = „secara berbarengan‟. Jadi, secara etimologis kata sintaksis bermakna menempatkan kata-kata berbarengan menjadi untaian kata-kata dalam kalimat. Dengan kata lain, sintaksis menata kata-kata menjadi kalimat atau bersangkutan dengan kaidah dan proses pembentukan kalimat. Oleh karena itu, sintaksis disebut ju...

SURAT PERNYATAAN SKRIPSI MODEL PEMBELAJARAN SINEKTIK

SURAT PERNYATAAN Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama        : A hmad Fauzi NIM          : 10522300 4 PRODI      : PBSD Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya susun dengan judul: PANGARUH MOD É L PANGAJARAN SIN É KTIK DINA NULIS KARANGAN BAHASAN SEDERHANA (Study É ksp é rim é n ka Siswa Kelas VII SMPN 2 Sindangagung Taun Ajaran 2013/2014) Adalah benar-benar hasil karya sendiri dan bukan merupakan plagiat dari skripsi orang lain.   Apabila dikemudian hari pernyataan Saya tidak benar,   maka Saya bersedia menerima sanksi akademis yang berlaku (dicabut predikat kelulusan dan gelar kesarjanaannya).   Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan bilamana diperlukan.                           ...

KAJIAN TEORITIS KEDWIBAHASAAN DAN DIGLOSIA

Kedwibahasaan dan Diglosia Kajiaan Teoretis Istilah bilingualisme dalam bahasa Indonesia disebut juga kedwibahasaan (Chaer, 2004:84). Dari istilah yang dikemukakan oleh Chaer di atas, dapat dipahami bahwa bilingualisme atau kedwibahasaan berkenaan dengan pemakaian dua bahasa oleh seorang penutur dalam aktivitasnya sehari-hari. Ada beberapa ahli yang menerangkan tentang pengertian kedwibahasaan atau bilingualisme. Salah satunya adalah Weinrich (Aslinda dkk., 2007:23), ia menyebutkan kedwibahasaan sebagai ‘ The practice of alternately using two language’, yaitu kebiasaan menggunakan dua bahasa atau lebih secara bergantian. Dalam penggunaan dua bahasa atau lebih, jika melihat pengertian menurut Weinrich, penutur tidak diharuskan menguasai kedua bahasa tersebut dengan kelancaran yang sama. Artinya bahasa kedua tidak dikuasai dengan lancar seperti halnya penguasaan terhadap bahasa pertama. Namun, penggunaan bahasa kedua tersebut kiranya hanya sebatas penggunaan sebagai akibat...

INTERFERENSI (BAHASA SUNDA)

1.         Interferensi Interferensi mangrupa gejala parobahan pangbadagna, pangpentingna sarta pang dominan dina perkembangan basa. Dina basa badag, anu beunghar baris kosakata kawas basa Inggris sarta Arab ogé, dina p e rkembangan n a na henteu bisa leupas ti interferensi, utamana pikeun kosakata anu ngeunaan budaya sarta alam lingkungan basa donor. Gejala interferensi ti basa anu hiji ka basa anu séjén hésé pikeun dihindari. Lumangsungna gejala interferensi ogé henteu ucul ti laku-lampah penutur basa panarima. Nurutkeun Bawa (1981: 8), aya tilu ciri poko laku-lampah atawa dangong basa. Katilu ciri poko dangong basa éta téh (1) language loyality , nyaéta dangong loyalitas/ kasatiaan ka basa, (2) language pride , nyaéta dangong kebanggaan ka basa, sarta (3) awareness of the norm , nyaéta dangong sadar ayana norma basa. Lamun wawasan ka katilu ciri poko atawa dangong basa éta kurang sampurna dipiboga hiji jalma, hartosna penutur basa éta gaduh sik...