INTERFERENSI DAN INTEGRASI
INTERFERENSI DAN INTEGRASI 1. Interferensi Istilah interferensi pertama kali digunakan oleh Weinreich (1953) untuk menyebut adanya perubahan system suatu bahasa sehubungan dengan adanya persentuhan bahasa tersebut dengan unsur-unsur bahasa lain yang dilakukan oleh penutur yang bilingual. Kemampuan setiap penutur yang bilingual sangatlah bervariasi. Ada penutur yang menguasai B1 dan B2 sama baiknya, tetapi ada pula yang tidak. Menurut Soewito (1983:59) interferensi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Nusantara berlaku bolak-balik, artinya unsur bahasa daerah bisa memasuki bahasa Indonesia dan Bahasa Indonesia banyak memasuki bahasa daerah. Tetapi dengan bahasa asing, bahasa Indonesia hanya menjadi penerima dan tidak pernah menjadi pemberi. Macam-macam interferensi bagi menjadi dua macam proses, yaitu proses interpretasi disebut interferensi reseptif, yakni berupa penggunaan bahasa B2 dengan diresapi unsur-unsur bahasa B1; dan proses representasi disebut interferensi produktif, ...